Close

November 11, 2019

Mengapa Banyak Aplikasi Gagal? Simak 5 Alasan Berikut

Image By techaheadcorp.com

Tentu semua ingin bila pekerjaan yang dikerjakan menjadi lebih mudah dan cepat. Hadirnya apps sebagai salah satu inovasi di era digital ini mampu menghemat waktu dan tenaga kita.

Sesuai fungsinya, apps yang saat ini ada memang banyak digunakan untuk tujuan –tujuan tertentu, utamanya di bidang bisnis.

Meningkatkan jangkauan pengguna dan aksesibilitas, mentransformasi retail experience, membangun brand awarenes, dan sebagainya, adalah sebagian kecil dari keuntungan yang didapat oleh para pebisnis dari penggunaan apps ini.

Berbicara soal apps, ada beberapa apps yang paling sering digunakan oleh orang-orang di seluruh dunia ini.

Menurut survei The Manifest, media sosial masih jadi salah satu apps yang paling sering digunakan oleh orang-orang di kehidupan sehari-hari.

Media sosial yang jadi salah satu aplikasi yang paling sering digunakan tersebut, rupanya berbanding lurus pula dengan seringnya kita membuka apps dalam sehari.

Sebanyak 51 persen pengguna gadget,rata-rata membuka apps di gadget pribadinya mulai dari sekali hingga 10 kali per harinya.

Tapi, di balik seringnya kita menggunakan apps, nyatanya tak sedikit pula apps yang gagal memenuhi kebutuhan penggunanya karena beberapa sebab. Entah dari segi pengembangannya ataupun skema pemasarannya yang kurang tepat.

Berikut 5 alasan mengapa banyak apps gagal memenuhi kebutuhan pengguna.

  • Gagal Memberi Solusi

Apps yang baik, tentunya mampu memberi solusi atas masalah yang kita alami. Yang mana bila hal ini tidak mampu diberikan oleh suatu apps, maka dampak-dampak negatif seperti tidak mendapat review yang baik dari pengguna hingga tidak di-download karena banyak fitur yang bermasalah, akan didapat oleh apps tersebut sebagai bagian dari kekecewaan pengguna.

  • Kurang Memahami Kebutuhan Pengguna

Semisal, Anda membuat aplikasi lowongan pekerjaan, dan Anda menargetkan fresh graduate sebagai sasarannya. Padahal, pencari pekerjaan bukan hanya dari kalangan fresh graduate saja, ada lulusan lama, korban PHK, profesi-profesi tertentu, dan sebagainya, namun Anda tidak mengakomodir kalangan lain tersebut. Intinya, memahami target pengguna Anda dengan tepat, menjadi kunci kesuksesan apps yang Anda buat.

  • Terlalu Banyak Fitur

Cermat dan teliti, dua hal inilah yang harus Anda kedepankan saat melakukan riset untuk apps yang akan dijual. Begitu pula halnya dengan fitur, lewat penelitian dan kajian yang mendalam, Anda pun dapat menentukan fitur apa yang harus ada pada aplikasi tersebut agar pengguna bisa mendapatkan efektifitas dari aplikasi yang dibuat dan bukannya suatu kejengkelan karena banyaknya fitur yagn tidak diperlukan.

  • User Experience Tidak Kompatibel

Banyak atau sedikit apps Anda di-download oleh banyak pengguna tergantung dari bagaimana cara Anda dalam memberikan user experience pada pengguna. Semisal, apps yang Anda tujukan untuk orang lansia yang mudah lupa, namun tak ada interaksi-interaksi yang dapat Anda berikan agar mereka mudah mengingat sesuatu, maka apps Anda pun dapat digolongkan gagal karena tidak memberikan dampak positif berupa user experience tersebut.

  • Gagal Memperbarui Apps Berdasarkan User Experience

Jika Anda bertanya, apa relasinya antara user experience dengan apps, maka jawabannya adalah intensitas pembaruan apps. Suatu pembaruan Apps bilamana apps tersebut berisi fitur-fitur konstan yang sama dengan versi sebelumnya, maka pengguna pun akan memikirkan ulang keputusannya untuk memakai apps yang dipakainya itu. Sebab, semakin berjalannya waktu, kebutuhan pengguna yang makin kompleks harus dapat Anda terjemahkan lewat fitur apps yang kian dinamis pula.

***

Mengembangkan suatu apps, tentu haruslah berkaitan dengan kebutuhan terkini pengguna. Meningkatkan jangkauan pengguna, mentransformasi retail experience, membangun brand awareness, dan sebagainya, adalah sebagian keuntungan yang harus Anda dapat saat menggunakan suatu apps. Namun, suatu apps pun juga dapat mengalami kegagalan. Apps yang kurang memahami kebutuhan pengguna, terlalu banyak fitur, hingga gagal memberi solusi atas masalah, merupakan ciri dari apps yang gagal yang tanpa melalui riset dan kajian yang mendalam utamanya dari sisi penggunanya.

Cek avolut.com untuk mendapatkan apps yang memenuhi kebutuhan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?